OLAH MANAH

OLEH: MAS KUMITIR

Senja menggelayut di ufuk barat. Saya,  Camat, Raden Rahmat, Nugraha dan Fadli ditemani dua orang yang baru kami kenal bergegas untuk berangkat memulai perjalanan. Dua orang baru itu adalah: satu orang pendekar suku Badui Banten dan seorang muridnya yang berusia belia. Kami berkemantapan bila malam ini adalah malam melakukan perjalanan olah rasa.

Perjalanan terasa lamban dan dua jam kemudian kami sampai pada sebuah tempat yang asing. Dada terasa sesak di malam yang gelap gulita itu. Langit di atas bertabur bintang tidak mampu menyinari jalan setapak yang sebenarnya hanyalah semak belukar. Jalan tidaklah mendaki, namun menuruni batu-batu tajam yang licin. Tidak sepertu saudara dari Badui yang berjalan lincah tersebut, tapak kami terpeleset-peleset dan mencoba bertahan agar tidak terjatuh.  Energi goib terasa semakin kuat.

Mata kedua sedulur Badui tersebut menyorot tajam ke segala arah. Bak elang yang siaga terhadap semua kejadian, kami tenang berjalan di belakangnya. Hingga sampai ke sebuah sungai kecil berbatu. Air terasa sangat dingin, begitu kaki kami celupkan di dalamnya. Tak kuasa rasanya berlama-lama di tempat itu. Namun panggilan membawa kami pada kesimpulan bahwa kami tetap harus disitu memenuhi niat kami.

Kami terpaku sesaat di sungai. Sesepuh Badui yang kami panggil Abah itu, tiba-tiba mengeluarkan suara adzan dan qomat. Dilanjutkan dengan bertawassul mengirimkan al fatihah ke para penghulu agama dan leluhur-leluhur terdahulu. Kami tercenung karena suara sederhana itu menghentikan jantung kami sesaat.

Setelah pakaian dilepas dan bertelanjang, kami menceburkan diri ke air yang diperkirakan sekitar sepuluh derajat celcius tersebut. Abah mengambil posisi duduk, meramu bunga tujuh warna dan membakar buhur. Satu persatu kami diminta untuk berada di depannya dalam posisi berjongkok. Kepala kami diminta untuk menyelam sejenak dan kemudian kepala kami diguyur air bunga tersebut. Doa-doa kepada Allah SWT dilantunkan dari mulutnya.

Itu adalah pengiajazahan langsung yang baru saja kami terima malam tadi. Abah tidak memberi tahu apapun terkait dengan doa yang baru dilantunkannya, apa faedahnya, bagaimana menggunakannya. Kami dalam hati hanya mengucapkan; “Qobiltu saya terima doa dari abah atas ijin Tuhan Yang Maha Kuasa”.

Abah adalah sosok yang tawadu, meski ilmu kependekarannya sudah sangat mumpuni, sehari-hari dia berpenampilan sangat bersahaja. Hampir semua tingkat ilmu diajarkannya kepada siapapun yang menginginkan mulai ilmu debus, ilmu kanuragan/kejadukan, ilmu-ilmu asihan, ilmu kerezekian dan lain sebagainya. Ilmu-ilmu diajarkannya tanpa pamrih dan hanya ingin bertujuan agar yang diajarinya mau untuk menebarkan kebaikan dan kemanfaatan, amar makruf nahi munkar.

Usianya memang sudah tergolong tua. Namun di Badui, usia seperti Abah masih terbilang belum terlalu tua. Sebab gurunya abah ini masih hidup dan berusia 130 tahun. Hidup dekat dan menyatu dengan alam, hati damai tenang dan tidak banyak keinginan, membuat usia manusia melenggang santai di sana dan tahu-taru berusia seratus tahun bahkan lebih. Abah masih terlihat berusia empat puluhan. Tiada satu keriput pun di kulitnya, giginya masih utuh dan terlihat gagah.

Diijazahi oleh Abah, badan terasa nyaman, sehat dan hati terasa tenang. Ini adalah satu episode perjalanan spiritual yang kami tidak pernah menduga sebelumnya. PANTA RHEI—semua mengalir gemericik sebagaimana aliran sungai menuju ke muara. Kami semua hanya bisa menunggu dengan berkarya sebaik-baiknya sesuai kemampuan dan kapasitas yang diberikan pada kami. Tidak akan kami sia-siakan sisa waktu untuk tidak memaknai apa yang tergelar ini. Hidup adalah tugas untuk meramu arti dan menemukan hakikat.

Dan dari doa-doa yang terlantun dari hati ikhlasnya Abah, kami terasa mendapatkan kekuatan dan semangat baru untuk menyelami hakikat Rasa. Yang empunya rasa ini ialah jasad/jasmani. Yaitu rasa lelah, lemah dan capai. Kalau Rasa lapar dan haus itu bukan milik jasmani melainkan milik nafsu.

Mengapa jasmani memiliki rasa ini?. Karena sesungguhnya dalam jasmani/jasad ada penguasanya/penunggunya. Orang tentu mengenal nama Qodham atau Alif Lam Alif. Itulah sebabnya maka didalam Al Qur’an, Allah memerintahkan agar kita mau merawat jasad/jasmani. Kalau perlu, kita harus menanyakan kepada orang yang ahli/mengerti. Selain merawatnya agar tidak terkena penyakit jasmani, kita pun harus merawatnya agar tidak menjadi korban karena ulah hawa nafsu maka jasad kedinginan, kepanasan ataupun masuk angin.

Bila soal-soal ini kita perhatikan dengan sungguh-sungguh, niscaya jasad kita juga tahu terima kasih. Kalau dia kita perlakukan dengan baik, maka kebaikan kita pun akan dibalas dengan kebaikan pula. Karena sesungguhnya jasad itu pakaian sementara untuk hidup sementara dialam fana ini. Kalau selama hidup jasad kita rawat dengan sungguh-sungguh kita bersihkan dengan mandi, sebelum puasa keramas, sebelum sholat berwudhu dulu agar tidak menjadi korban hawa nafsu, serta kita lindungi dari pengaruh alam, maka dikala hendak mati jasad yang sudah suci itu pasti akan mau diajak bersama-sama kembali keasal, untuk kembali ke sang pencipta.

Seperti halnya kita bersama-sama pada waktu lahir kealam fana ini. Mati yang demikian dinamakan mati tilem (tidur) atau mati sempurna. Pandangan yang kita lakukan malah sebaliknya. Mati dengan meninggalkan jasad. Kalau jasad sampai dikubur, maka Qodham atau Alif Lam Alif, akan mengalami siksa kubur. Dan kelak dihari kiamat akan dibangkitkan.

Dalam mencari nafkah baik lahir maupun batin, jangan mengabaikan jasad. Jangan melupakan waktu istirahat. Sebab itu Allah ciptakan waktu 24 jam (8 jam untuk mencari nafkah, 8 jam untuk beribadah, dan 8 jam untuk beristirahat). Juga dalam hal berpuasa, jangan sampai mengabaikan jasad. Sebab itu Allah tidak suka yang berlebih-lebihan. Karena yang suka berlebih-lebihan itu adalah Dzad (angan-angan). Karena dzad mempunyai sifat selalu tidak merasa puas.

Dari mana rasa itu? Apapun yang datangnya dari luar tubuh dan menimbulkan adanya rasa, maka rasa itu dinamakan sejatinya rasa. Jadi sejatinya rasa adalah milik panca indera yaitu mata: Senang karena mata dapat melihat sesuatu yang indah atau tidak senang bila mata melihat hal-hal yang tidak pada tenpatnya. Telinga: Senang karena mendengar suara yang merdu atau tidak senang mendengar isu atau fitnahan orang. Hidung: Senang mencium bebauan wangi/harum atau tidak senang mencium bebauan yang busuk. Kulit: Senang kalau bersinggungan dengan orang yang disayang atau tidak senang bersunggungan dengan orang yang nerpenyakitan. Lidah : Senang makan atau minum yang enak-enak atau tidak senang memakan makanan yang busuk.

Rasa sejati akan timbul bila terdapat rangsangan dari luar, dan dari tubuh kita akan mengeluarkan sesuatu. Pada waktu keluarnya sesuatu dari tubuh kita itu, maka timbul Rasa Sejati. Untuk jelasnya lagi Rasa Sejati timbul pada waktu klimaks/pada waktu melakukan hubungan seksual.

Sementara, Rasa Tunggal Jati sering diperoleh oleh mereka yang sudah dapat melakukan Meraga Sukma (keluar dari jasad) dan Solat Dha’im. Beda antara Meraga Sukma dan Sholat Dha’im ialah : Kalau Meraga Sukma jasad masih ada.batin keluar dan dapat pergi kemana saja. Sementara bila Sholat Dha’im jasad dan batin kembali keujud Nur dan lalu dapat pergi kemana saja yang dikehendaki. Juga dapat kembali dan bepergian ke Alam Lauhul Makhfuz.

Bila kita Meraga Sukma maupun sholat Dha’im, mula pertama dari ujung kaki akan terasa seperti ada “aliran“ yang menuju ke atas kekepala. Pada Meraga sukma, bila “aliran“ itu setibanya didada akan menimbulkan rasa ragu-ragu/khawatir atau was-was. Bila kita ikhlas, maka kejadian selanjutnya kita dapat keluar dari jasad, dan yang keluar itu ternyata masih memiliki jasad. Memang sesungguhnyalah, bahwa setiap manusia itu memiliki 3 buah wadah lagi, selain jasad yang tampak oleh mata lahir ini. Pada bagian lain bab ini akan kita kupas.

Kalau sholat Dha’im bertepatan dengan adanya “Aliran“ dari arah ujung kaki, maka dengan cepat bagian tubuh kita akan “Menghilang“ dan kita akan berubah menjadi seberkas Nur sebesar biji ketumbar dibelah menjadi tujuh bagian. Bercahaya bagai sebutir berlian yang berkilauan. Nah, rasa keluar dari jasad atau rasa berubah menjadi setitik Nur. Nur inilah yang disebut sebagai Rasa Tunggal Jati. Selain itu, baik dalam Meraga Sukma maupun Sholat Dha’im. Bila hendak bepergian kemana-mana kita tinggal meniatkan saja maka sudah sampai.

Rasa ini juga dapat disebut Rasa Tunggal Jati. Sebab dalam bepergian itu kita sudah tidak merasakan haus, lapar, kehausan, kedinginan dan lain sebagainya. Bagi mereka yang berkeinginan untuk dapat melakukan Meraga Sukma dianjurkan untuk sering Tirakat puasa. Jadikanlah puasa itu sebagai suatu kegemaran. Maka di momen Ramadhan yang akan kita jalani ini kita memulai berlatih agar nanti kita sampai pada tujuan azali kesemua itu yaitu menjadi orang yang bertakwa, Dan yang penting juga jangan dilupakan melakukan Dzikir gabungan Nafi-Isbat dan QOLBU. Dalam sehari-hari sudah pada tahapan lillahi ta’ala.

Hal ini berlaku baik mereka yang menghendaki untuk dapat melakukan Sholat Dha’im. Kalau Meraga Sukma mempergunakan Nur Allah, tapi bila Sholat Dha’im sudah mempergunakan Nur Illahi. Karena ada Rasa Sejati, maka Rasa merupakan asal usul segala sesuatu yang ada. Oleh sebab itu bila hendak mendalami ilmu Ma’rifat dianjurkan untuk selalu bertindak berdasarkan rasa. Sehari-hari kita berlatih olah manah (orah rasa) dengan cara jangan membenci, jangan menaruh dendam, jangan iri, jangan sirik, jangan bertindak sembrono, jangan bertindak kasar terhadap sesama manusia.

Sebab dihadapan Tuhan Yang Maha Kuasa, kita ini semua sama karena masing-masing memiliki rasa. Rasa merupakan lingkaran penghubung antara etika pergaulan antar manusia, juga sebagai lingkaran penghubung pergaulan umat dengan Penciptanya. Rasa Tunggal jati ini mempunyai arti dan makna yang luas. Karena bagai hidup itu sendiri. Apapun yang hidup mempunyai arti. Dan apapun yang mempunyai arti itu hidup. Sama halnya apapun yang hidup mempunyai Rasa. Dan apapun yang mempunyai Rasa itu Hidup.

Dengan penjelasan ini, maka dapat diambil kesimpilan bahwa yang mendiami Rasa itu adalah Hidup. Dan Hidup itu sendiri ialah berasal dari Sang Pencipta. Padahal kita semua ini umat yang hidup. Jadi sama-sama ada Penciptanya. Oleh sebab itu, umat manusia harus saling menghormati, tidak saling merugikan, dan harus saling tolong menolong karena sesungguhnya kita satu kesatuan dalam keberagaman. Semoga kita mampu untuk menjadi manusia yang wajar seperti ini. Amin.




Mabes Laskar Khodam Sakti

Jl. Elang Raya , Gonilan, Kartasura

Solo, Jawa tengah
WA +6285879593262

BERPUTUS ASA DALAM BERDOA

Kenapa kita tidak boleh mutung dan membatalkan doa yang telah dipanjatkan kepada Tuhan?

Salah satu sifat wajib Tuhan Yang Maha Esa adalah MAHA MENDENGAR dan MAHA MELIHAT. Dengan memiliki sifat ini, manusia tidak boleh khawatir dan takut bahwa apa yang diharapkannya tidak didengar bahkan dilupakan oleh Tuhan.

Kalau kita berharap sesuatu, maka selidikilah kepada siapa harapan dan doa itu kita gantungkan? Kalau kita berharap pada tetangga, pada bupati, pada gubernur, pada menteri, pada polisi, pada jaksa, bahkan pada presiden, maka kita tidak usah seratus persen yakin bahwa harapan kita itu dikabulkan. Kenapa? Sebab mereka adalah manusia yang bisa lupa.

Meskipun bisa jadi kita sudah mengadakan akad yang ditulis di atas hitam dan putih pun jangan berharap banyak deh. Misalnya kita berharap agar uang yang kita tanam di bank suatu ketika akan menghasilkan laba, namun harapan itu hendaknya tidak usah terlalu diyakini… Sebab bisa jadi banknya kolaps, tutup dan sebagainya. Kalau suatu ketika kita mengadakan perjanjian di atas kertas bermaterai pun dengan demikian kita menanamkan harapan, juga hendaknya tidak usah terlalu yakin bahwa harapan kita itu bisa benar-benar akan ditunaikan oleh pihak lain.

Menanam harapan dan perjanjian di dunia boleh saja, bahkan bisa jadi menentramkan. Namun kita tidak boleh menggantungkan keyakinan dengan derajat kepastian seratus persen. Kalau kita meyakini seratus persen, bersiaplah untuk menanggung kekecewaan seumur hidup. Sebab semua perjanjian yang dibuat antar makhluk apalagi makhluk yang punya akal, sifatnya RELATIF. Manusia punya akal, dia mudah ngakali dan akal-akalan dengan janjinya.

Masih mending menaruh harapan dengan benda mati. Misalnya mobil atau sepeda motor. Bila suatu ketika kita membeli mobil atau sepeda motor baru, semua onderdilnya pasti juga baru dan jika kita mengisinya dengan bensin yang cukup dan melaju di jalan tol yang lengang, maka kita bolehlah berharap banyak bahwa si mobil mampu digeber dengan kecepatan 120 kilometer perjam lebih.

Masih juga mending kita menaruh harapan pada makhluk halus. Misalnya jika kita ingin cepat kaya dan memelihara tuyul, maka kita boleh berharap banyak agar si tuyul tiap hari mencuri uang dan memberikannya pada kita. Makhluk tuyul sangat kecil kemungkinannya untuk memberikan uang hasil curiannya pada orang lain yang dia tidak kenal. Tuyul takut melanggar perjanjian dan akad yang telah dibuat bersama sehingga suatu ketika Tuyul juga menagih haknya sesuai dengan perjanjian awal saat seseorang berkeinginan memelihara tuyul.

Contoh lain, saat seseorang berkeinginan untuk menyantet. Seorang dukun mengadakan perjanjian dengan makhluk halus. Dukun berjanji akan memberi makanan berupa ritual slametan dan berjanji akan memberi tumbal (nyawa keluarga klien) bila si makhluk halus berhasil menyantet seseorang (musuh klien). Dalam prakteknya, membuat perjanjian degan makhluk halus derajat kepastiannya malah lebih bisa dijamin dibanding dengan manusia.

Manusia kayaknya mudah untuk mblenjani (inkar) janji. Sangat sering kita dengar, seseorang berjanji namun dia mengingarinya sendiri. Padahal, ciri-ciri manusia beriman salah satunya adalah MENEPATI JANJI. Jika kita tidak menepati janji, maka oleh Tuhan kita ini dianggap tidak beriman. Beriman jelas letaknya tidak di mulut, namun di dalam hati yang memancar di dalam perilaku. Manusia yang sudah tinggi tingkat spiritualnya, pastilah orang-orang yang tidak suka mengobral janji namun sedikit usaha. Sebaliknya, mereka sedikit obral janji namun banyak usaha.

DAFTAR TUNGGU DOA
Kita sudah sering membahas tentang hakikat doa, yaitu harapan yang kita sampaikan kepada pihak lain. Yaitu hanya kepada Tuhan. Doa tidak perlu disampaikan kepada akik, keris, tombak, dan sebagainya. Doa yang benar hanya disampaikan kepada Tuhan Yang Maha Mendengar dan Maha Melihat.

Saat kita berdoa, maka malaikat pasti mencatat doa kita dan buku catatan itu tidak ditinggal di sembarang tempat. Doa kita diletakkan di kotak-kotak yang suatu saat pasti akan dikabulkan untuk kita. Mari kita renungkan, mana doa kita yang sudah dan belum dikabulkan pada Tuhan? Bertanyalah kepada orang yang hampir meninggal, apa ada doanya yang tidak dikabulkan Tuhan. Pasti jawabannya “semua doa saya sudah dikabulkan Tuhan.”

Doa manusia memang tidak langsung dikabulkan Tuhan. Sebab Tuhan bukan pelayan di restoran cepat saji. Tuhan juga bukan tuas gas dan rem mobil yang jika kita gerakkan langsung bereaksi sesuai dengan kehendak kita. Ya, kita memang sangat-sangat keterlaluan memperlakukan Tuhan.

Padahal kita tahu bahwa Tuhan Rabbul Alamin. Pencipta Alam semesta satu-satunya dan tidak ada duanya. Satu dalam kemanunggalannya. Satu yang tidak ada yang lain. Kata “satu”inipun tidak begitu tepat karena nanti ada kata dua, tiga, empat dan seterusnya. Jadi, ya pokoknya hanya DIA YANG ADA DAN SATU-SATUNYA SUMBER SEMUA YANG ADA. Karena Yang Ada adalah satu-satunya predikat yang paling umum dan mendasari semua yang ada, maka tanpa kehadiran Tuhan, semua yang ada ini menjadi tidak bermakna dan tidak masuk akal. Tuhan adalah LOGOS YANG MENCIPTAKAN KOSMOS.

Dengan Kemahabijaksanaan-Nya Tuhan tidak menolak doa kita. Dia Maha Welas Asih sehingga doa kita pasti dikabulkannya. Malaikatlah yang mencatat doa kita dan diletakkan di daftar tunggu antrian di alam malakut. Daftar tunggu itu seperti lemari besar milik seorang manusia yang di dalamnya ada kotak-kotak doa kita. Orang yang tidak pernah berdoa, maka di dalam lemari hidup itu kosong melompong. Banyak tidaknya kotak doa di lemari harapan ini sejatinya tidak menunjukkan derajat ketinggian spiritual manusia. Sebab ada orang yang banyak berdoa, namun doanya kebanyakan berisi doa tentang ketidakpuasan hidupnya di dunia, keinginan-keinginan yang disampaikan melulu bersifat duniawi… maka derajatnya pasti sangat rendah.

Ada lagi doa yang banyak dipanjatkan untuk mensyukuri nikmat-nikmatnya sehingga lemari harapan ini penuh. Ini lemari manusia yang derajatnya sangat mulia. Dan yang paling mulia, adalah lemari harapan yaitu doa agar manusia diperkenankan untuk melihat wajah Nya dan mencicipi nikmatnya bersatu dengan Dzat-Nya kemudian hidupnya dipenuhi dengan semangat untuk menolong semua makhluk ini dari kesesatan. Manusia yang demikian pasti mendapat tempat yang mulia di sisi-Nya.

Kenapa Tuhan menunda doa kita? Itu karena Tuhan menyayangi kita. Kita yang biasanya tidak tahu apa yang akan terjadi, biasanya doa yang kita panjatkan juga asal-asalan. Kita tidak tahu jika doa kita langsung dikabulkan, bisa jadi kita akan tidak siap dan menjadi orang yang manja. Padahal, hukum alam semesta ini pasti mengutuk sikap MANJA. Hukum yang berlaku di Alam Semesta ini adalah HUKUM KAUSALITAS SEBAB AKIBAT yang jauh dari sikap manja. Dalam hidup ini, kita diminta untuk berusaha, membanting tulang dan mencari rezeki yang halal. Alam semesta hanya menyediakan bahan mentah dan manusia diwajibkan untuk mengolah bahan mentah agar dia bisa hidup secara layak dan manusiawi.

Di alam semesta berlaku SELEKSI ALAM. Siapa yang berusaha keras maka dia yang akan berhasil mendapatkan sesuatu sesuai dengan yang diusahakannya. Jangan berharap lebih dari apa yang kita usahakan, karena di sana nanti ada unsur NEGATIF dan ada amalan yang bisa membalik ke kita lagi. Bila Anda menanam biji mangga maka berharaplah agar mangga itu akan berbuah. Jangan berharap berbuah duren atau pisang karena itu berarti tidak mungkin. Jangan berharap mendapatkan rezeki nomplok turun dari langit setelah kita berdoa jutaan kali, karena Tuhan tidak mungkin memberikannya.

Jangan berharap akan kaya mendadak, kecuali bila Anda memang anak seorang bos yang sudah kaya duluan. Bila tidak ingin miskin, maka ambil cangkul dan bangunlah pada pagi hari. Berangkat ke sawah dan berharaplah suatu saat apa yang Anda tanam itu mendatangkan hasil. Hiduplah serasi dengan hukum alam, hiduplah harmoni dengan hukum Tuhan. Meskipun kita bukan orang besar, terkenal dan jauh dari hiruk pikuk dunia yang gemerlap tapi yakinlah bahwa suatu saat kita akan menjadi makhluk paling terhormat karena mampu menjaga nilai-nilai yang abadi dan suci.

Jadi, jangan pernah mutung dan membatalkan doa yang telah dipanjatkan kepada Tuhan. Namun, lupakan saja doa yang pernah kita panjatkan agar kita tidak dihinggapi penyakit TIDAK YAKIN BAHWA TUHAN MAHA MELIHAT DAN MAHA MENDENGAR. Berdoalah dengan sungguh-sungguh. Cukup sekali saja dan kemudian lanjutkan hidupmu dengan hati yang sabar dan pasrah.

Mohon maaf sahabatku semua, saya sedang menggurui. Menggurui diri saya, nafsu-nafsu saya, harapan saya, doa saya, jiwa dan nyawa saya sendiri…
Nuwun.




Mabes Laskar Khodam Sakti

Jl. Elang Raya , Gonilan, Kartasura

Solo, Jawa tengah
WA +6285879593262

padepokan paguyuban kalijaga

Banyak orang kesulitan mendapatkan informasi tentang padepokan paguyuban kalijaga, oleh karena itu situs http://khodamsakti.com ini berdiri dengan tujuan memberikan informasi bagi anda terkait dengan padepokan paguyuban kalijaga yang sedang anda cari. Pada halaman ini, kami mempunyai informasi tentang padepokan paguyuban kalijaga yang bisa Anda baca. Anda juga bisa membaca kumpulan artikel lainnya seperti padepokan paguyuban kalijaga yang Anda baca saat ini. Bila ingin menjadikan artikel padepokan paguyuban kalijaga sebagai bahan kliping atau makalah, di sini anda bisa mendownloadnya secara gratis.
padepokan paguyuban kalijaga adalah salah satu artikel yang paling banyak dicari dan diminati oleh banyak orang. Setiap orang mempunyai alasan dan kebutuhan tersendiri mengapa mencari artikel padepokan paguyuban kalijaga di internet. Namun sayangnya, artikel padepokan paguyuban kalijaga yang diminati oleh banyak orang ini sangat terbatas jumlahnya di internet. Dan untungnya http://khodamsakti.com selalu update artikel terbaru tentang hal-hal yang berkaitan dengan padepokan paguyuban kalijaga.
Keputusan Anda untuk mengunjungi situs http://khodamsakti.com sangatlah tepat. Apapun alasan Anda untuk mencari artikel tentang padepokan paguyuban kalijaga, yang pasti kunjungan Anda di situs ini tidak akan sia-sia karena di halaman yang Anda buka dan baca ini memuat konten artikel yang lengkap yang berkaitan dengan informasi tentang padepokan paguyuban kalijaga yang sedang Anda cari.
Harapan kami, Informasi tentang padepokan paguyuban kalijaga yang disajikan di halaman ini bisa membantu Anda dalam mendapatkan informasi terkait dengan padepokan paguyuban kalijaga. Jika informasi yang disajikan di halaman ini tidak sesuai dengan keinginan Anda, silahkan jelajahi website http://khodamsakti.com ini melalui menu atau kategori agar Anda bisa mendapatkan informasi terkait padepokan paguyuban kalijaga sesuai dengan kebutuhan Anda.




Mabes Laskar Khodam Sakti

Jl. Elang Raya , Gonilan, Kartasura

Solo, Jawa tengah
WA +6285879593262