KONTEMPLASI WHITE DWARF

Pagi ini saya keluar rumah, Alhamdulillah matahari masih menyinari bumi seperti pagi-pagi sebelumnya. Namun saya amati matahari agak sedikit redup. Ada apa ya?

031085300_1423835137-the-sun1Moga-moga saja ini hanya tertutup sedikit awan . Ya, sekarang ini musim berubah-ubah dengan cepat dan tidak bisa dipastikan seperti dulu. Dulu semasa maslh usia sekolah dasar, sepertinya pergantian musim berlangsung lebih tertib misalnya musim hujan berlangsung pada bulan oktober sampai dengan maret dan selanjutnya berlangsung musim panas.

Sekarang ini, di usia kepala empat terasa musim mudah berubah-ubah tidak pasti. Bisa-bisa tiba-tiba cuaca menjadi hujan padahal di tengah musim panas. Kadang-kadang saat musim hujan, terik matahari begitu menyengat. Kadang ditambah dengan banjir di kota-kota besar.

Salah satu hobi saya sejak kecil adalah melihat matahari. Bagi saya, matahari juga bumi dan semua ciptaan –terkecuali manusia dan jin—- adalah makhluk Allah yang sungguh istiqomah dan berketetapan menjalankan tugas pokok dan fungsinya.

Mereka itu adalah makhluk kepastian menjalankan hukum-hukum sunatullah. Mereka tidak ada alternative dan tidak perlu memilih berbagai pilihan. Hanya ada satu kata buat mereka, taat patuh dan tunduk pada satu jalan. Berbeda dengan mereka, manusia dan jin adalah makhluk yang terbuka kemungkinannya untuk memilih.

Matahari adalah guru kehidupan saya. Menerangi dengan cahayanya. Cahaya yang dipancarkan dari matahari adalah energi yang dilepaskan seketika. Inti hidrogen berubah menjadi helium dalam proses fusi nuklir. Energi Matahari, dan karena itu hidupnya, sehingga akan berakhir setelah bahan bakar ini telah digunakan.

Semua makhluk diptaan Allah SWT memiliki batas usia, dan matahari juga memiliki usia yang ditaksir umurnya sekitar 10 milyar tahun. Kini, matahari telah berusia 4,57 miliar tahun. Kalau diibaratkan matahari itu manusia, maka kini matahari itu usianya 45 tahun-an lah. Seperti usia saya, Alhamdulillah..

Bagaimana dulu ‘bayi’ matahari lahir?  Matahari dulu memulai hidupnya sebagai awan padat yang terdiri dari gas dan debu. Setelah bintang terbentuk, ia membakar hidrogen menjadi helium.

Setelah hidrogen mulai habis terbakar, tahap pembakaran berikutnya mulai berlangsung yakni pembakaran helium menjadi elemen yang lebih berat. Jika bintang memiliki ukuran yang tidak terlalu besar, atau hanya beberapa kali lipat ukuran Matahari, bintang tersebut lama-kelamaan akan menjadi bintang putih kerdil atau biasa disebut white dwarf.

Menurut teori, jika bintang tersebut memiliki ukuran jauh lebih besar, pertama-tama ia akan meledak ke dalam, lalu meledak kembali ke luar dalam sebuah ledakan supernova.  Berhubung Matahari tidak memiliki massa yang cukup untuk meledak seperti sebuah supernova, dalam tempo 5 miliar tahun ke depan, saat hidrogen miliknya habis, ia akan menjadi bintang merah raksasa lalu kemudian akan menciut.

Namun siapa yang bisa menjamin kalau teori di atas benar? Siapa yang bisa menjamin kalau redupnya sinar matahari pagi ini bukanlah tanda-tanda hidrogennya habis?

Apakah mungkin karena cahaya matahari redup karena permukaannya retak? Sebagaimana pengamatan Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) beberapa saat lalu, yang melihat adanya ‘retakan’ di beberapa bagian. Penampakan ‘retakan’ itu diperkirakan sepanjang 533 ribu mil atau sekitar 857.780,352 km.

Retakan itu berwarna menghitam yang disebut ‘Filamen Matahari’ yang biasa muncul dalam beberapa waktu. Filamen itu bergerak meletus ke luar angkasa sebagai ‘coronal mass ejection’ dan kadang kembali lagi ke permukaan Matahari seperti hujan.

Retakan hitam tersebut merupakan area material yang lebih dingin yang melayang di permukaan Matahari. Sedangkan penampakan merah di sekelilingnya merupakan material yang panas. Filamen dalam berbagai panjang gelombang itu menunjukkan temperatur berbeda dari material matahari.

Maka, ijinkanlah saya mencemaskan sang matahari yang bagi saya adalah ilmu kehidupan itu sendiri untuk mendalami hakekatnya, menyobek ciri bagian dalam, medan magnetnya, panas koronanya, dan seberapa padat radiasi yang menciptakan ionosfer atau  atmosfer yang terionisasi oleh radiasi Matahari, serta dampaknya bagi Bumi.

Di bumi, energi panas matahari berubah wujudnya menjadi api. Kalau tidak ada matahari otomatis tidak ada api di bumi ini. Kita makan karena ada nasi, nasi berasal dari beras dan beras berasal dari padi, sementara padi adalah tanaman yang menggantungkan hidupnya kepada cahaya matahari untuk proses fotosintesis.

Api seperti yang kita ketahui memiliki sisi positif dan negatif bagi kehidupan. Api dapat menghancurkan rumah dan semua harta benda dalam waktu kurang yang sangat singkat, dan dapat menghanguskan seluruh hutan kayu menjadi abu. Api juga bisa menjadi senjata yang menakutkan, dengan kekuatan destruktif yang tak terukur.

Api membunuh lebih banyak orang setiap tahun daripada bencana alam lainnya. Tetapi di sisi lain, api sangat membantu kita antara lain sumber cahaya dan panas.

Api juga memberi kita kemampuan untuk memasak makanan, membuat peralatan logam, membentuk tembikar dan batu bata dan dapat menjadi pembangkit listrik. Memang api memiliki sifat seperti pisau, bisa merugikan umat manusia dan juga memiliki manfaat yang besar untuk kemudahan hidup kita. Dan ini tentu menjadi salah satu kekuatan yang paling penting dalam sejarah manusia, ….

Jadi… bisa diambil kesimpulan sesuatu itu berfungsi dan bisa diambil manfaatnya oleh manusia kalau takarannya pas dan tepat.

Dia memasukkan  malam ke dalam siang dan memasukkan siang ke dalam malam dan menundukkan matahari dan bulan, masing-masing berjalan menurut waktu yang ditentukan. Yang (berbuat) demikian itulah Allah Tuhanmu, kepunyaan-Nyalah kerajaan. Dan orang-orang yang kamu seru (sembah) selain Allah tiada mempunyai apa-apa walaupun setipis kulit ari. (Surah Fatir, 13)



Mabes Laskar Khodam Sakti

Makamhaji RT 01/RW 03 Kartasura
(Selatan RS Yarsis solo)
Solo, Jawa tengah
PIN BBM D08153AC

koin banyak hoki1000

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *