DOAKU UNTUKMU BUNDA

Pangeran Sukemilung

Assalamu’alaikum wr wb….salam ta’dhim saya haturkan kepada semua sesepuh dan pengampuh di  LASKAR Orang samar, salam sayang penuh cinta untuk semua santri Alus dimanapun kalian berada.

Sebelumnya saya mohon maaf, Blog KOS ini merupakan tempat sharing untuk para pecinta Hikmah. Namun menurut saya, bukan tidak menutup kemungkinan untuk tulisan dengan tema yang sedikit beda. Seperti kali ini, setelah saya kemaren mengenalkan Majelis tempat saya ta’lim, tidak ada salahnya saya mengajak HIKMATER untuk mengenal lebih jauh tentang saya.

Tulisan ini hanyalah sebentuk ucapan terima kasih kepada Sang Bunda. Sengaja aku torehkan disini, aku ingin memintamu untuk menjadi saksi bahwasanya aku sangatlah mencintai ibuku. Kelak jika Allah bertanya, maka tulisan ini menjadi bukti  bagiku. Tulisan ini merupakan lembaran emas bagi sang Bunda.

Ibuku…beliau bernama Nur’aini. Artinya Cahaya Mata. Bagiku beliau benar-benar sebentuk cahaya. Jauh di kedalaman batin, ibuku selalu berpendar terang. Tak sekejab pun aku ingin jauh dari beliau. Tak sekejab pun aku ingin menjauhkan batinku dengan beliau. Sosok ini mempunyai tempat istimewa  didiriku. Beliau lebih dari sekedar piala emas. Bahkan lebih dari semua piala terbaik apapun di dunia ini.

Ibu…jika saja aku bisa mengulang kembali hari-hari yang terlewat. Aku ingin membuat hari yang hilang itu menjadi lebih indah.

Ibu…jika saat itu air matamu jatuh karena marahmu padaku. Saat ini izinkanlah aku mengusapnya dengan cintaku.

Duh bunda…jauh darimu tak pernah terbayangkan. Sakit bagiku bukanlah yang menimpa badanku…sakitku adalah saat aku harus berjauhan denganmu.

Bunda…sahabatku memanggilku dengan nama Sukemilung. Darah mulia warisanmu mengalir indah dari Sang Buyut. Laki-laki gagah bernama Pangeran Sukemilung itu  menurunkan perempuan mulia sepertimu. Kau dan keturunanmu  adalah sejarah terbaik bagiku dan anak-anakku. Kebanggaanmu adalah kebanggaan anak-anakku. Penghinaan bagimu dan keturunanmu adalah genderang perang bagiku dan anak-anakku.

Bunda…bagaimanakah caraku mengucapkan terima kasih untukmu ?

Kau memberikanku hidup, Kau memberikanku kasih sayang

Tulusnya cintamu putihnya kasihmu takkan pernah terbalaskan

Hangat dalam dekapanmu Memberikan aku kedamaian

Eratnya  cintamu nikmatnya belaimu takkan pernah terlupakan

Oh ibu…terima kasih untuk kasih sayang yang takkan pernah usai

Tulus cintamu takkan mampu untuk terbalaskan

Oooh ibuu…semoga tuhan memberikan kedamaian dalam hidupmu

Putih kasihmu kan abadi dalam hidupku.

Sahabat…apakah kau mau menjadi saksiku ?? Sampaikanlah ucapan kesaksian itu di hadapan Tuhanku kelak. Sampaikanlah bahwasanya sahabatmu yang bernama Enrico Burhan ini adalah benar sangat mencintai ibunya. Bahwasanya sahabatmu ini dengan tulus menyayangi sang bunda.

Bunda…kau selalu mengajarkan bahwa seorang anak adalah bagian terlembut dari seorang ibu. Aku heran jika ada seorang anak yang berlaku kasar dan mencerca ibunya. Seperti keherananku kepada seorang anak yang pintar menghujat dan menghina. Apakah mereka tidak mempunyai ibu sepertiku ?? Apakah mereka tidak pernah di ajarkan seperti Engkau mengajariku…??

Bunda…Demi Allah kau adalah bagian terindah dariku. Semua bagianmu adalah yang terbaik bagiku. Laki-laki terbaik dilahirkan oleh perempuan-perempuan terbaik.

Bunda…alangkah bangganya ibu sang Hujjatul Islam Al-Ghozali melihat anaknya menjadi tokoh besar. Alangkah bangganya ibu Sang Quthub Abdul Qodir Jailani melihat anaknya menjadi Pemimpin para Wali. Alangkah bangganya ibu sang Quthub Uwais Al-Qorni melihat anaknya mendoakan sahabat besar Ali bin abi Thalib dan  Umar  bin Al-khatab….

Bunda…aku mungkin tidak sebesar mereka, tidak se mulia mereka, namun aku menjamin bahwasanya kecintaanku kepadamu tidaklah kalah dengan kecintaan Al-Ghozali terhadap ibunya….cintaku terhadapmu tidaklah kalah dari kecintaan Al-Quthub Jailani terhadap ibunya…cintaku padamu tidaklah kalah dari Al-Quthub Uwais Al-Qorni terhadap ibunya….tidak akan pernah kalah bunda.

Duh Bunda…rasanya aku ingin memberikan semua yang terbaik bagimu. Namun pemberian sebesar semesta tidak akan cukup. Apalah artinya alam raya ini bagimu  ?? Sedangkan Engkau lebih besar dari alam raya itu….

Duh Bunda…Seperti semua warna-warna indah ternyata kau lebih indah dari semua warna. Ucapanmu adalah doa keramat yang membuat malaikat tidak akan mampu menulisnya dengan kalimat yang terbaik sekalipun.

Bundaku…aku ingat bahwa engkau pernah berkata, bahwa aku telah meletakkan sebelah kakiku di surga karena kau tahu…kau merasakan sayang itu mengalir deras dariku. Namun aku tidak ingin surga apa pun…kau adalah surga itu sendiri. Butir-butir air matamu adalah rangkaian doa bagiku. Butir-butir air matamu adalah air keramat penyembuh semua sakit. Air mata itu yang penuh dengan doa terbaik dari semua kumpulan doa. Duh bunda…gemetar badanku takkan bisa aku hentikan kecuali ada dalam dekapanmu. Sakitku takkan terobati kecuali usapan lembut tanganmu.

Bunda…terima kasih atas semua sayang itu

Bunda…ciuman lembut dan hangatnya pelukanmu adalah pakaian terbaik untukku.

Bunda…terima kasihku padamu…terima kasih bunda  !!

Sahabatku…aku memintamu berdiri untuk menjadi saksi kepada Tuhanku.

Terima  kasihku kepadamu sahabat…terima kasih yang takkan pernah usai.

Terima kasih….cukuplah kesaksianmu itu kepadaku.

Footnote  :

Senandung ini aku persembahkan untuk semua Ibu terbaik yang melahirkan sahabat-sahabat terbaik. Khususnya Sahabatku Muhammad69….Ji, jagalah ibu kita dengan kekuatanmu dan kasihmu. Kelak semua itu akan membuatmu berdiri disamping Rasulullah SAW dan Bunda tercinta beliau Sayyidah Aminah Ra…..jagalah ibu kita ji !!



Mabes Laskar Khodam Sakti

Makamhaji RT 01/RW 03 Kartasura
(Selatan RS Yarsis solo)
Solo, Jawa tengah
PIN BBM D08153AC

koin banyak hoki1000

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *