AJIAN SERAT NETRA DAHANA (1)

(Khusus Bagi Mereka yang telah matang dalam pemahaman konsep Spiritual) 

 

Salam Persahabatan …
Dalam kesempatan berikut ini tibalah pada babak akhir dari keseluruhan postingan Penulis yang membahas tentang Ilmu Kanuragan Tingkat Tinggi yakni serial dari  Ajian Serat Jiwa.
Sehubungan dengan tugas dan kesibukan Penulis dalam beberapa akhir minggu ini, terasa lama untuk update postingan terbaru …
Kini tibalah pada bahasan Ajian Serat Netra Dahana (=Ajian Netra Dahana), yang merupakan bagian puncak dari ke-Sepuluh Tingkatan  dari Ajian Serat Jiwa.
Ajian Serat Netra Dahana, setingkat lebih tinggi dari Ajian Serat Gelang-Gelang, dan di bawah satu Tingkat dari Ajian Waringin Sungsang , dan dua Tingkat di bawah Ajian Lampah Lumpuh dan Ajian Semar Mahameru
PENGANTAR :
Langsung saja sebut saja dengan “ Ajian Serat Jiwa Tingkat X “, yakni Ajian dalam kajian Ilmu Kanuragan Tingkat Tinggi yang berfungsi untuk  :
  1. Menetralisir kekuatan lawan yang telah atau akan berbuat jahat untuk mencelakai keselamatan diri anda …
  2. Menghisap saripati (inti energi) dari kekuatan lawan yang akan mendzalimi diri anda …
  3. Pukulan penakhluk = Pamungkas untuk menghancur leburkan lawan
Mengingat betapa mengerikan akibat/efek  yang akan ditimbulkan dari penggunaan Ajian Serat Jiwa Tingkat ke Sepuluh ini, maka si-Pemilik Ajian ini haruslah benar-benar seorang Pendekar yang welas asih, mumpuni dan bijaksana …
Karena, di dalam mempelajari ajian Serat Jiwa di Tingkat ini secara sempurna tidaklah semudah berucap ludah dan membalikkan telapak tangan. Tetapi menuntut kesadaran anda untuk sudah harus menjadi Manusia Pendekar dan Pendeta yang telah mampu menggabungkan ke empat unsur alam dan ruhani yang ada dalam diri anda, baik secara filsafati (pemahaman) maupun tata kelakuan dhahir dan bathinnya…
Unsur tanah, air, api, dan udara haruslah menjadi satu kesatuan yang terkendalikan secara harmoni di dalam diri kita, sehingga perubahan yang dramatis pada kematangan spiritual itu yang akan menjadi kunci kesempurnaan penguasaan Ajian Serat Jiwa di Tingkat Pamungkas ini…
URAIAN MAKNA :
  1. Netra = Mata, panca indera penglihatan yang berfungsi menampilkan visualisai dari perekaman obyek dhahir, bathin, dan sir = rahasia tersembunyi (hakekat), baik melalui saluran mata dhahir maupun bathin yang nantinya  akan diinternalisasi ke dalam “Sumber Kekuatan Inti Pribadi” anda …
  2. Da =  (bila disambung dengan Ha menjadi Daha = Kebodohan, ketidaktahuan, kegelapan), yang menjadi penghalang/penghambat dari “Kesucian Pandangan Ruhani” manusia untuk sampai pada Hakekat yang sebenarnya …Sehingga nafsu menjadi kendaraan utama dalam mengarungi samudera kehidupan dunia yang fana ini …
  3. Ha = Hawa (udara yang bersenyawa dengan api = nafsu), yang menjadi faktor penyebab/penghalang yang utama bagi pandangan ruhani  manusia (terhijab) dan semakin jauh dari pemahaman hakekat akan Kebesaran Yang Maha Kuasa
  4. Na = Naas (sial, apes, malang), terlebih lagi bila diartikan “Naar” = (Neraka, musibah, bencana) merupakan akibat dari mementingkan keserakahan dan kesombongan pada “Hawa Nafsu Duniawi ” hingga kesesatan dan kekafiran yang akan ditemuinya dalam mengarungi luasnya samudera alam ruhaniah untuk kembali kepada-Nya….
  5. Ajian Netra Dahana = Kekuatan Ilmu Kanuragan yang terpusat pada mata dhahir dan bathin dalam mengaplikasi keseluruhan dari fungsi kekuatannya ….
Ajian Serat Netra Dahana, ……… (bersambung keseri 2)
Demikian penjelasan sementara dalam postingan yang dapat Penulis sampaikan dalam kesempatan kali ini …
Sekiranya terdapat kelebihan dan kekurangan dalam penyajiannya agar dapat dimaklumi …
Wasalaam ….




Mabes Laskar Khodam Sakti

Makamhaji RT 01/RW 03 Kartasura
(Selatan RS Yarsis solo)
Solo, Jawa tengah
PIN BBM D08153AC

AJIAN SERAT JIWA (PEMBUKA)

Salam Persahabatan…
“Ajian Serat Jiwa” mungkin sudah tidak asing lagi ditelinga para sahabat…
Atau bahkan mungkin masih asing bagi mereka yang belum pernah mendengar nama kebesarannya ala di cerita komik, sandiwara, film di televisi…, bahkan di film bioskop sekalipun.
Langsung saja….
Menurut versi penulis dalam telusuran laduni dapat dijelaskan sebagai berikut :
Ajian Serat Jiwa adalah ilmu olah kedigdayaan dan kanuragan tingkat tinggi yang memiliki 10 macam tingkatan dalam ke-ilmuannya. Yang masing-masing tingkatan memiliki fungsi dan keistimewaan sendiri sebagai berikut :
  • Ajian Serat Jiwa di tingkat I berjuluk “Cakra Manggilingan” yang memiliki fungsi untuk menyatukan segenap kekuatan  tenaga dalam yang tersembunyi di dasar alam bawah sadar tubuh  anda yang selama ini belum terbangkitkan agar mampu bangkit potensinya di dalam turut melipatgandakan kekuatan gaib/bathin yang nantinya  anda miliki dan  himpun menjadi kekuatan yang sangat  dahsyat…
  • Ajian Serat Jiwa di tingkat II berjuluk “Ajian Serat Wadag Brajawesi” yang berfungsi meningkatkan kekuatan tubuh hingga memiliki kekebalan terhadap wesi, aji, senjata dan pusaka lawan…
  • Ajian Serat Jiwa di tingkat III berjuluk “Ajian Serat Lawang Saketeng” yang befungsi melipatgandakan kemampuan pukulan jarak jauh anda, hingga mampu melakukan pukulan dan melempar lawan dari jarak jauh…
  • Ajian Serat Jiwa di tingkat IV berjuluk “Ajian Serat Gulung Jagat” yang berfungsi untuk memporak-porandakan barisan lawan yang melakukan keroyokan…
  • Ajian Serat Jiwa di tingkat V berjuluk “Ajian Serat Tatar Bayu” yang berfungsi untuk meningkatkan kemampuan ilmu meringankan tubuh, berlari cepat laksana angin….
  • Ajian Serat Jiwa di tingkat VI berjuluk “Ajian Serat Buto Agni” yang befungsi untuk memperbesar diri laksana raksaksa berambut api yang sangat menakutkan….
  • Ajian Serat Jiwa di tingkat VII berjuluk “Ajian Tapak Saketi” yang berfungsi sebagai pukulan jarak jauh yang berupa tapak api yang sangat berbahaya…
  • Ajian Serat Jiwa di tingkat VIII berjuluk “Ajian Bayu Bajra” yang berfungsi sebagai pukulan yang mampu menciptakan dahsyatnya kekuatan angin topan…
  • Ajian Serat Jiwa di tingkat IX berjuluk “Ajian Gelang-Gelang” yang berfungsi menciptakan pagaran perisai diri  dan pukulan yang berupa gelang api yang berkobar-kobar…
  • Ajian Serat Jiwa di tingkat X berjuluk “Ajian Serat Netra Dahana” yang berfungsi untuk menghisap kekuatan dan kesaktian  lawan hingga ke akar-akarnya…
Demikian gambaran dari ilmu Ajian Serat Jiwa versi ilmu telusuran penulis yang insyaallah dalam waktu dekat ini akan dikupas tuntas cara mempelajarinya satu-persatu hingga di tingkat terakhir…
Atas kurang lebihnya penulis memohon maaf yang sebesar-besarnya…




Mabes Laskar Khodam Sakti

Makamhaji RT 01/RW 03 Kartasura
(Selatan RS Yarsis solo)
Solo, Jawa tengah
PIN BBM D08153AC

AJIAN SERAT GELANG-GELANG

Salam Persahabatan …
Berikut ini merupakan pembahasan tentang Ajian Serat Jiwa di Tingkat IX (Sembilan) yang terkenal dengan sebutan “Ajian Serat Gelang-Gelang atau Ajian Gelang-Gelang” dari serangkaian kajian Ilmu Ajian Serat Jiwa dalam tataran Ilmu Kanuragan Tingkat Tinggi…
Ajian Gelang-Gelang merupakan ajian setingkat lebih tinggi dari “Ajian Serat Bayu Bajra”… Dan dua tingkat dari Ajian Pukulan  Tapak Saketi (Ajian Serat Tapak Saketi)…
Kalaulah ajian Tapak Saketi berupa Ilmu Pukulan Jarak jauh maupun kontak langsung  yang berbentuk tapak api yang dapat menghanguskan organ bagian dalam lawan yang terkena/terimbas pukulan ajian ini…
Dan ajian Bayu Bajra yang berupa ilmu Pukulan Angin yang berfungsi efektif sebagai bentuk Ilmu Pagaran sekaligus Ilmu Pukulan untuk memporak-porandakan barisan pertahanan lawan yang melakukan keroyokan …
Sedangkan ajian Gelang-Gelang, merupakan ilmu Pukulan yang berfungsi efektif sebagai bentuk ilmu Pagaran dan Kuncian…
Ajian Gelang-Gelang merupakan tataran tertinggi dari serangkaian Ilmu Ajian Serat Jiwa yang berupa Pukulan/Pagaran/maupun Kuncian berbentuk “Gelang Api” , di mana ajian ini setingkat di bawah Ajian Serat Netra Dahana (Tingkat ke 10 Ajian Serat Jiwa) yang mampu menyedot dan melumpuhkan kekuatan/kemampuan lawan yang berbuat jahat hingga diibaratkan tubuh/kekuatan “lawan akan hancur lebur seperti tepung/debu …”
CARA MEMPELAJARI :
  1. Sediakan waktu khusus untuk mengerjakan lelaku puasa selama 7 hari berturut-turut tanpa terputus …
  2. Dalam lelaku puasa tersebut hanya dipernankan berbuka dan sahur dengan “bubur” atau  nasi yang dimasak secara encer dan minum air putih tawar (tanpa pemanis) …
  3. Awali lelaku tersebut tepat pada hari Senin, dengan terlebih dahulu mengerjakan lelaku sesuci dhahir dan bathin pada hari Minggu malam Senin tepat pukul 12 malam …
  4. Lelaku sesuci dhahir, yaitu dengan cara mandi sesuci (jinabat) secara sempurna dan dilanjutkan dengan lelaku sesuci bathin dengan mengerjakan 2 atau 4 rokaat sholat hajat …
  5. Setelah salam, kerjakan beberapa dzikir seperti …
  6. Bacaan Istighfar 100x ulangan …
  7. Bacaan Subhanallah wal hamdulillah walaa ilaaha illallaah … 100x ulangan …
  8. Bacaan (Halqala) Laa khaula walaa quwata illaa billa ‘aliyul adzim … 100x ulangan
  9. Bacaan Sholawat Munjiat 7x ulangan …
  10. Bacaan Q.S Al-Fatihah 7x ulangan …
  11. Bacaan Q.S Al-Ikhlas 7x ulangan …
  12. Bacaan Q.S Al-Falaq 7x ulangan …
  13. Bacaan Q.S An-Nas 7x ulangan …
  14. Bacaan Ayat Qursi 7x ulangan …
  15. Kemudian berdo’a kepada Yang Maha Kuasa agar niatan lelaku anda untuk menguasai ajian Serat Gelang-Gelang direstui (ijabahi Allah) …
  16. Lanjutkan dengan membaca do’a ajian sebanyak 3x ulangan sambil memejamkan mata dan menahan nafas = (dengan ketentuan setiap 1x bacaan anda dianjurkan untuk menahan sistem pernafasan dengan menggetarkan bagian “solar Plexus”) …
  17. Setelah selesai, tiupkan melalui mulut ke arah dua telapak tangan anda dan sapukan hingga merata ke sekujur tubuh …
  18. Kerjakan ritual lelaku sholat hajat, wirid dzikir, dan pengamalan do’a ajian selama anda lelaku puasa 7 hari berikutnya …
  19. Khusus untuk do’a ajian, dibaca pula secara istiqomah setelah selesai melaksanakan sholat subuh dan Maghrib dengan ketentuan dan aturan yang sama …
  20. Untuk hari yang terakhir, anda wajib untuk menambah dengan lelaku “melek” = tidak tertidur walau sesaat hingga terbit fajar di mana merupakan akhir dari lelaku puasa anda …
  DO’A AJIAN YANG DIAMALKAN :
“Bismillahir rahmanir rahiim …
Ingsun amatek aji gelang-gelang …
Gelang geni kang gegulung jagat …
Pinayungan sukma rineksa dening Allah …
Wujud ing sari-ing urip …
Rasa tunggal sujud kang Agung …
Sukma rahayu dzat sampurna …
Tisning kawulaning dzat …
Laa Khaula walaa quwwata illa bila aliyul adzima …”
APLIKASI AJIAN :
  1. Ajian Gelang-Gelang apabila digunakan untuk ilmu pagaran dapat dilakukan dengan cara berdiri dengan kaki sedikit terbuka, sedangkan kedua tangan anda bersilang di depan dada dengan masing-masing telapak tangan memegang  bahu (telapak kanan = bahu kiri, telapak kiri = bahu kanan) …
  2. Tarik nafas getar dan panjang, kemudian kunci di solar plexus. Pada waktu mengunci pernafasan bacalah do’a ajian 1x saja dengan visualisai/penggambaran bahwa tubuh anda kini di kelilingi lingkaran = gelang api yang berkobar-kobar membentuk benteng pertahanan dan siap melindung keselamatan anda dari segala bentuk ancaman jahat…
  3. Kemudian lepas nafas hentak, sambil menarik kedua telapak tangan anda menggenggam rapat di samping pinggang …
  4. Sedangkan Ajian Gelang-Gelang yang digunakan untuk Pukulan dan Kuncian dapat anda pelajari gerakan jurusnya di postingan terdahulu

CATATAN :

Bacaan Sholawat Munjiat adalah sebagai berikut  :

“ Allohumma sholli ‘ala syaiyida muhammad
wa’ala ali syaiyidina muhammad
sholatan tunjina biha min jami’il ahwali wal afat
wataqdilana biha jami’il hajat
watutohhiruna biha min jami’is syai yiat
watarfa’una biha a’lad darojat
watuballi ghuna biha aqshol ghoyat
min jami’il khoiroti fil hayati waba’dal mamat”

artinya :
Wahai Tuhanku, limpahkanlah rahmat kepada junjungan kita Nabi Muhammad saw dan keluarganya..
Semoga dengan itu Engkau selamatkan kami dari segala macam bencana dan musibah …
Engkau tunaikan segala hajat kami, Engkau hindarkan kami dari segala kejahatan …
Engkau tingkatkan derajat kami, dan engkau sampaikan tujuan kami baik dalam hidup kami atau sesudah mati kami”.

Demikian keterbatasan kemampuan yang dapat penulis persembahkan, sekiranya dengan harapan agar jerih payah ini memiliki manfaat bagi para pencari jatidiri sejati …
Atas kurang lebihnya semoga dimaafkan …
Wasallaam …..




Mabes Laskar Khodam Sakti

Makamhaji RT 01/RW 03 Kartasura
(Selatan RS Yarsis solo)
Solo, Jawa tengah
PIN BBM D08153AC

AJIAN SERAT BUTO AGNI (Bagian 2)

Salam Persahabatan…
Berikut ini merupakan lanjutan dari postingan terdahulu tentang : “Ajian Serat Buto Agni” bagian pertama.
Seperti yang telah dijelaskan pada beberapa minggu yang lalu, bahwa dalam tahapan memepelajari ajian di tingkat menengah ini merupakan tolak ukur dari keberhasilan kita dalam mempelajari berbagai ajian dalam Ilmu Olah Kanuragan Tingkat Tinggi…
Langsung saja, bagaimana cara mempelajari Ajian di tingkat ini secara sempurna :
  1. Sediakan waktu khusus untuk lelaku berpuasa mutih selama 7 hari berturut-turut tanpa putus …
  2. Bila ada 1 hari saja mengalami kegagalan maka harap diulang kembali untuk mengerjakan lelaku dari awal …
  3. Awali lelaku tersebut tepat hari “Senin Legi”  dengan terlebih dahulu untuk lelaku sesuci dhahir dan bathin pada hari Minggu tepat pukul 12 malam …
  4. Lelaku  sesuci dhahir dengan mandi besar (jinabat) dengan sempurna …
  5. Kemudian lanjutkan secara langsung dengan mengerjakan sesuci bathin dengan 2 atau 4 rokaat sholat sunah hajat …
  6. Setelah selesai dan masih dalam duduk majelisan untuk membaca amalan wirid seperti berikut :
  7. Bacaan Istighfar secara khusyu sebanyak 1.000 x ulangan …
  8. Bacaan Haulqaulah dengan kemantapan iman sebanyak 1.000 x ulangan …
  9. Bacaan Tahlil sebanyak 1.000 x ulangan …
  10. Dilanjutkan dengan membaca Sholawat Nabi sebayak 1.000 x ulangan …
  11. Baca do’a ajian dengan sungguh-sungguh 7 x ulangan di dalam hati sambil menahan sistem pernafasan anda dalam setiap 1 x bacaan …
  12. Setelah selesai, tiupkan pernafasan anda melalui mulut ke arah dua telapak tangan anda yang tengadah di depan wajah sebanyak 3x… lalu dilanjutkan dengan menyapukannya hingga merata dari ujung rambut hingga ujung jari kaki anda …
  13. Kemudian berdo’a untuk memohon karunia, barokah, dan maunah dalam mengamalkan Ilmu Ajian tersebut dengan sungguh-sungguh …
  14. Teruskan untuk makan sahur secukupnya secara mutih (menghindari makanan berunsur hewani) … Begitu pula ketika tiba waktu berbuka …
  15. Kerjakan urutan lelaku dari No. 5 hingga 14 selama 7 hari berturut-turut …
  16. Do’a ajian wajib diwirid pula  sebanyak 7x ulangan ketika anda selesai mengerjakan ibadah sholat wajib …
  17. Khusus di hari lelaku tahap akhir (hari ke 7) untuk tidak tidur semalaman suntuk hingga terbit fajar di hari berikutnya …
  18. Bila keseluruhan lelaku tersebut dapat anda kerjakan secara benar maka jangan diragukan dan heran apabila dalam diri anda menyimpan kekuatan yang sangat dahsyat dan tidak boleh sembarangan untuk digunakan ….

DO’A AJIAN YANG DIBACA :

“Bismillahir rahmanir rahiim ….
Ingsun meguru ….
Marang Dzat Suci rajoning pati …
Marang Sir rajoning sesiku …
Badan ingsun lebur dadi awu …
Sukma ingsun nyunyut dadi banyu …
Wewayangan ingsun nur mustika  …
Kinemulan para nabi – wali …
Sinebut jagone dewata …
Karana Allah Ta ‘ala ….. “

Demikian sedikit keterbatasan yang dapat penulis persembahkan…
Semoga tulisan yang sederhana ini memiliki manfaat bagi kita semua para pencari jatidiri sejati …
Lain waktu dapat disambung di Ajian Serat Jiwa Tingkat Ke 7 ….
Wasallam ….



Mabes Laskar Khodam Sakti

Makamhaji RT 01/RW 03 Kartasura
(Selatan RS Yarsis solo)
Solo, Jawa tengah
PIN BBM D08153AC

AJIAN SELIMUT SIREP JALMA

Berikut ini merupakan Ajian yang berfungsi membuat perlindungan diri sebagai usaha preventif ketika kita hendak berangkat tidur… Dalam artian, ajian ini berfungsi efektif untuk membuat pagaran/selimut ghaib pada diri kita agar terhindar dari serangan  berbentuk ghaib maupun nyata yang di lakukan oleh tangan-tangan jahat ketika di malam hari.
Sebab, di waktu malamlah niat dari tangan-tangan jahat tersebut dapat leluasa menghembuskan “buhul-buhul” keangkaramurkaan di muka bumi ini… (seperti di sinyalir dalam Firman Allah dalam Q.S An-Naas dan Al-Falaq). Waktu malam (sirep jalma) adalah saat setiap manusia tengah terlena oleh tidur lelapnya karena kelelahan sehabis bekerja…
Tidak ada salahnya bila ajian yang satu ini menjadi “Pegangan” bagi setiap calon pendekar dan Jawara dalam membentengi dirinya. Ajian ini ditujukan untuk memberikan perlindungan yang efektif ketika kita dalam keadaan yang “kurang waspada”.
CARA MEMPELAJARI :
  1. Sediakan waktu khusus untuk menjalani lelaku Ajian Selimut Sirep Jalma tersebut cukup 1 hari saja dengan berpuasa mutih. Pilihlah di hari Senin ataupun Kamis. Lebih afdhol (= utama/Mujarab) bila dapat anda riyadhoi pada hari Selasa Kliwon ataupun tepat pada hari kelahiran anda sesuai dengan weton-pasaran kalender Jawa.
  2. Awali sebelumnya dengan lelaku sesuci dhahir dan bathin dengan mandi keramas tepat pada pukul 12 malam…
  3. Dilanjutkan dengan mengerjakan 2 rokaat sholat hajat.
  4. Setelah salam dan berdo’a, masih dalam duduk majelisan bacalah do’a ajian sebanyak bilangan usia anda. Setiap 1x bacaan do’a usahakan dibaca tanpa bernafas…
  5. Setelah selesai keseluruhan rangkaian pembacaan do’a ajian lanjutkan dengan berdo’a dengan Do’a Selamat berikut ini :
“BISMILLAHIR RAHMANIR RAHIIM….
ALLAHUMMA INNAA NAS ALUKA SALAAMATAN FIDDIINII, WA AFIATAN FIL JASADI WAZIADATAN FIL ‘ILMI WA BAROKATAN FIR RIZQI, WA TAUBATAN QABLAL MAUT, WARAHMATAN INDAL MAUUT, WA MAGHFIRATAN BA’DAL MAUUT…
ALLHUMMA HAWWIN ‘ALAINAA FI-SAKARAATIL MAUTI WAN NAJAATA MINAN NAR. WAL ‘AFWA INDAL HISAAB. RABBANAA LAA TUZIGH QULUBANAA MIN LADUNKA RAHMATAN INNAKA ANTAL WAHHAB…
RABBANA AATINA FII DUNYAA HASANATAN WAFIL AKHIRATI HASANATAN WAQINAA ADZAABAN NAAR…”
6. Dilanjutkan untuk makan sahur secukupnya secara “mutih”. Kemudian tidurlah hingga tiba waktunya sholat Subuh tiba.
7. Akhiri waktu lelaku puasa anda seperti halnya puasa di bulan Ramadhan….
8. Do’a ajian harus dibaca setiap waktu akan berangkat tidur. Insya Allah, anda akan selalu dilindungi oleh kekuatan ghaib yang bersumber dari-Nya.
DO’A AJIAN YANG DIBACA :
“BISMILLAHIR RAHMANIR RAHIIM…
INGSUN AMATEK AJI SELIMUT SIREP JALMA….
KANIYATAN INGSUN AREP TURU…
KASURKU SEGORO…
KEMULKU MEGO…
BANTALKU BAYA PUTIH…
NGISORKU MACAN PUTIH…
KIWO-TENGENKU MALAEKAT SATUS PATANG PULUH…
SAMONGSO ONO WONG GAWE PIOLO…
INGSUN GUGAHEN…
BAKALAN KASEBET PECUT’TE GUSTI ALLAH….”
Demikian sedikit kemampuan yang dapat penulis persembahkan…, semoga kurang-lebihnya dapat memiliki manfaat bagi mereka yang membutuhkannya….
Wasallaam…




Mabes Laskar Khodam Sakti

Makamhaji RT 01/RW 03 Kartasura
(Selatan RS Yarsis solo)
Solo, Jawa tengah
PIN BBM D08153AC