AMALAN PARA WALI AUTAD: SHOLAWAT AL HIMAYAH

Ya Allah limpahkan sholawat kepada Nabi Muhammad, nabi yang ummi, dan keluarganya serta para sahabatnya kesejahteraannya dengan Sholawat ini Engkau Mengampuni dosa-dosa kami, dosa orang tua kami, dosa orang-orang yang beragama Islam, laki-laki dan perempuan, dan orang mukmin, laki-laki dan perempuan  yang masih hidup maupun yang telah mati dan memperbaiki kepada ulama dan umat serta pemimpin dan rakyat, dan satukanlah hati-hati mereka, dan  menjauhi segala keburukan diantara mereka  dan dari segala yang kami takuti dan kami khawatirkan.===

ALLAHUMMA SHOLLI ALAA SAYIDINAA MUHAMMADIN NABIYYIL UMMI WA ‘ALAA ALIHI WA SHAHBIHI WA SALIM SHALATAN WA AN TAGHFIRALII BIHA WALIWALIDAYYAA WAL MU’MININA WAL MU’MINAT WAL MUSLIMINA WAL MUSLIMAT AL-AHYA’I MINHUM WAL AMWAAT AYNAMAKANU FII JAMI’IL JIHAD WAL BILAD, WA ASHLIH BIHAA AL IMAMA WAL UMMATA WAR RA’IYA WAR RA’IYYATA WA ALLIF BAYNA QULUBIHIM WADFA’ SYARRA BADHIHIM ‘AN BADH WA MIM MA NAKHAFU WA NAHDZAR.

Sholawat ini merupakan amalannya para Wali Abdal, Autad dan Aqthab. Sholawat ini mempunyai banyak faedah, manfaat dan khasiatnya serta keajaiban yang tidak bisa dihitung dan tak terbatas. Diantara keuntungan itu adalah Allah SWT akan melimpahkan  maghfirah-ampunan  dan memperbaiki, melindungi, mendapatkan perlindungan, keamanan, penjagaan dari segala fitnah serta kesulitan yang keluar dari dalam bumi maupun turun dari langit, perlindungan dari segala keburukan seperti penyakit dan akibat dari perbuatan buruk yang mengenai fisik dan jiwa, juga mendapatkan keselamatan dari segala urusan lahir dan batin di dalam urusan agama, dunia dan akhirat. Boleh dibaca kapan saja, sebanyak sekali, tiga kali atau tujuh kali, boleh setiap sehabis sholat, setiap pagi dan malam, atau setiap hari.



Mabes Laskar Khodam Sakti

Makamhaji RT 01/RW 03 Kartasura
(Selatan RS Yarsis solo)
Solo, Jawa tengah
PIN BBM D08153AC

UNTUK SEMUA KEBUTUHAN ANDA: AMALAN SHOLAWAT QODIRIYYAH

Kecintaan umat muslimin dan muslimat/ para ulama kepada Muhammad Rasulullah SAW memunculkan  ide dan kreativitas untuk menciptakan sholawat. Ada sekian banyak sholawat yang intinya adalah ungkapan doa-doa yang mulia yang dipanjatkan kepada Allah SWT untuk Muhammad SAW.   Salah satunya adalah Sholawat Qodiriyyah yang disusun oleh ABY MOCH MUCHLAS AL-ANSHORY.  Sebagaimana yang ditulis oleh M. Sulthon Al Latif, seorang pengamal thoreqot dan sholawat Qodiriyyah, sholawat Qodiriyyah ini adalah hasil Tafakkur dan Munajat mursyid Thoreqot Qodiriyyah, Muchlas Al-Anshory  selama tiga tahun  lamanya mulai  17  Romadhon  1427 H  sampai   17  Romadhon  1430 H.

Ada banyak manfaat mengamalkan sholawat ini, sebagaimana yang disampaikan oleh M. Sulthon Al Latif, misalnya Bila istiqomah mengamalkan 40 malam berturut – turut insyaalloh akan di kabulkan hajatnya oleh Alloh. Bila di lakukan berjamaah minimal 2 orang dalam 1 minggu selama  40 minggu insyaalloh akan mendapatkan syafa’at Rosululloh. Bila di bacakan pada 1 gelas air dengan sunguh – sunguh insyaalloh  akan di sembuhkan dari sakitnya oleh Alloh . Bisa juga dengan cara dibaca 1 hari 2x selama 40 hari , airnya di minum ½ gelas dan  ½ gelas lagi  di basuh di tempat yang sakit.  Manfaat lainnya bila di amalkan  99  hari malam insyaalloh akan  Ma’rifatulloh jika Alloh SWT berkehendak dan mengijinkan. Anda berminat untuk mengamalkan silahkan disimak amalannya.

 TATA CARA  PENGAMALAN

Bila mengamalkan sendiri.==========

Berwudhu, Melakukan sholat hajat 2 rokaat, Menghadap kiblat dan air 1 gelas letakkan di samping. Minimal membaca sesuai dengan amalan yang sudah di tulis , maximal semampunya dan seiklasnya .

Bilamana mengamalkan berjamaah.===========

Minimal 2 orang, Boleh berwudhu boleh tidak. Dianjurkan baik bagi imam atau jama’ah menghadap kiblat ( jika situasi dan kondisi memungkinkan ). Menyediakan air 1 mangkok kaca . Lama atau cepatnya amalan di tentukan imam minimal yang sudah tertulis jumlahnya maximal seiklasnya .

CATATAN: Air yang disediakan setelah amalan di gunakan sesuai kebutuhan

TAWASUL ===========================================

ILLA RUHI WA HADROTI ROSULILLAH MUHAMMAD SAW …….    AL – FATIHAH  1X.

BILBAROKAH WAL KAROMAH  SYECH ‘ABDUL QODIR WALIYULLOH, BISYAFAAT ROSULILLAH BIIZNILLAH WARIDHOALLOH. AMIN  YA   ALLOH   AMIN ……….4X  ROBBAL ‘ALAM

INSYAALLOH NUR JIBRIL FIQOLBINA  WA INSYAALLOH NUR JIBRIL FIJISMINA YA ALLOH ATINA NUR JIBRIL WA ATINA NUR JIBRIL LI AHLINA   YA NUR JIBRIL ……………6X

ILLA HADROTI SAYYIDINA    JIBRIL,MIKAIL,ISROFIL,IZROIL, MUNGKAR,NANGKIR,MALIK WA RIDWAN, WA JAMI’IL   MALAIKAT MUQOROBIN , LAHUM JAMI’AN .  AL – FATIHAH  …1X

WABIL KHUSUSON ILLA RUH WA HADROTI SAYYIDINA, HABIBINA,NABIYINA MUHAMMAD SAW, WA JAMI’IL AHLI BAITIHI , SITI FATIMAH , SAYYIDINA HASAN HUSEIN. AL – FATIHAH..1X

SUMMA ILLA HADROTI NABI KHIDIR WA NABI ILYAS LAHUM JAMI’AN  AL- FATIHAH…1X

WA ILLA RUHI WA HADROTI SAYYIDINA ABU BAKAR, UMAR,USMAN WA ALI   R0DIALLOH ‘ANHUM, AL – FATIHAH …. 1X

WABIL KHUSUSON ILLA RUHI WA HADROTI SULTHON AULIA SYECH ‘ABDUL QODIR  AL-JAILANI  RODIALLOH ‘ANHU. AL- FATIHAH…… 1X

SUMMA ILLA RUHII WA HADROTIL KAROMATUL ‘AULIA WALISONGO , HABIB , ‘ULAMA , LAHUM JAMI’AN. AL – FATIHAH ………1X

DAN AL-FATIHAH INI KAMI KHUSUSKAN KEPADA KEDUA ORANG TUA KAMI , BAIK YANG MASIH HIDUP MAUPUN YANG SUDAH MENINGGAL    (   …SEBUT NAMA KEDUA ORANG TUA …….)             AL- FATIHAH …………….1X

WABIL KHUSUS :  AL – FATIHAH INI KAMI KIRIMKAN KEPADA PEMBUAT ATAU PENYUSUN  “ SHOLAWAT   QODIRIYYAH “AL – MUKAROM : ABY MOCH MUCHLAS AL-ANSHORY AL – FATIHAH ……………1X

DAN AL – FATIHAH INI KAMI KIRIMKAN KEPADA DIRI KAMI SENDIRI ..( …SEBUT NAMA SENDIRI…) JUGA KEPADA GURU-GURU , USTADZ KAMI …              (SEBUT NAMA GURU ATAU  USTADZ YANG DI TUJU.). AL – FATIHAH   ………….. 1X

AL – FATIHAH INI UNTUK LELUHUR-LELUHUR KAMI DAN UNTUK    SEMUA KETURUNAN KAMI JUGA KAUM MUSLIM DAN MUSLIMAT, MUKMININ DAN MUKMINAT , BAIK YANG  MASIH HIDUP ATAU YANG SUDAH MENIGGAL.    LANA WA LAHUM JAMI’AN AL – FATIHAH ……………1

=================== AMALAN SHOLAWAT QODIRIYYAH ======================

BISMILLAH HIRROHMAN NIRROHIM …………..73 X

Dengan nama Alloh yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

ASTAGFIRULLOH YA QODIR ……………………..73 X

Aku mohon ampunan atas dosa-dosaku ya Alloh maha kuasa atas segala sesuatu.

YA QODIR SALAM ALAN NABI MUHAMMAD…..17X

Wahai Dzat yang maha kuasa salam sejahtera untuk Nabi Muhammad .

YA ROSUL SALAM ‘ALAIKA ……………………….17x

Wahai utusan Alloh Nabi Muhammad salam sejahtera untuk Engkau sepanjang masa

YA QODIR  SYAFA’AT  NABI MUHAMMAD  ’ALAINA AMIN  YA ALLOH AMIN………………17X

Wahai Dzat yang maha kuasa berikan lah Safa’atnya Nabi Muhammad kepada kami . Amin ya Alloh Amin .

YA QODIR YA ROSUL SALIMNA WA LIAH LINA MINANNAR………………………………17X

Wahai Dzat yang maha kuasa  , Wahai utusan Alloh Nabi Muhammad selamatkan kami dan keturunan kami dari panasnya  api nerak

YA SAYYIDINA  MUHAMMAD ROSULILLAH WA NABIYILLAH SALAM    ‘ALAIKA………….17X

Wahai Baginda yang mulia Muhammad utusan Alloh dan Nabi yang di cintai Alloh salam sejahtera selalu terlimpahkan kepada Engkau   .Amin

ALLOH HU AKBAR……………………………………73X

Ya Alloh engkau maha agung dan besar dari ciptaanMU.

ASYHADU ALLA ILLA HA ILLALLOH WA ASYHADU ANNA MUHAMMAD DARROSULULLOH…..3X

Aku bersaksi tiada Tuhan selain Alloh dan aku bersaksi  Bahwa Nabi Muhammad uiusan Alloh

TAHAN NAPAS 7 DETIK ( Sambil pejamkan mata lalu sebutkan hajat dalam hati sekuat-kuatnya ……  ..)

AL – FATIHAH ………………………………………..1X

YA QODIR……………………………………………173 X

Wahai Dzat yang maha kuasa atas segala sesuatunya .

LA   ILLA   HA   ILLALLOH…………………………..73X

( Sambil perut di tekan ke dalam )

BIL BAROKATIL  AL-FATIHAH …………………….1X

( Baca surat AL – FATIHAH sambil mengusap wajah kepala , Tangan,dan kaki……….)

AS – SALAM  ‘ALAIKA  YA  ROSULALLOH. AS – SALAM ‘ALAIKA  YA  HABIBALLOH

AS – SALAM ,ALAIKA  YA  SAYYIDINA NABIYYINA   MUHAMMAD ………………………..   3X

Salam sejahtera bagi Engkau wahai Rosul  Salam sejahtera terlimpahkan bagiMu wahai yang di  Cintai Alloh  Salam sejahtera selalu tercurahkan wahai baginda  yang Agung Nabi Muhammad.

YA SAYYIDINA MUHAMMAD SHOLLI ‘ALAIKA . YA SAYYIDINA MUHAMMAD SALIM ‘ALAIKA. SHOLLI WA SALIM ‘ALA ALIHI MUHAMMAD   3X

Wahai baginda Nabi Muhammad salam sejahtera terlimpahkan selalu pada Engkau. Wahai baginda Rosul Muhammad salam keselamatan Selalu tercurahkan pada Engkau. Semoga salam kesejahteraan juga keselamatan selalu Terlimpahkan kepada semua keturunan dan Keluarga Nabi Muhammad SAW

ALHAMDULILLAH………………………………….73X

Segala puji dan  puja juga syukurku panjatkan selalu Kepada Mu , ya Alloh Tuhan semesta alam.Amin.

DO’A PENUTUP

( Berdo’alah sesuai keinginan hati )  AMIN .

AL – FATIHAH ………………………………………..1X



Mabes Laskar Khodam Sakti

Makamhaji RT 01/RW 03 Kartasura
(Selatan RS Yarsis solo)
Solo, Jawa tengah
PIN BBM D08153AC

WIRID-WIRID KHUSUS PENGHAYAT ILMU HIKMAH

WIRID BAGUS DIAMALKAN SAAT RAMADHAN MAUPUN SETELAH RAMADHAN…

Ramadhan adalah bulan yang mulia. Kita isi sebulan penuh dengan kesibukan untuk beribadah, salah satu ibadah yaitu Puasa Ramadhan yang merupakan rukun keempat dalam Islam. Firman Allah Ta’ala : “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa. “(Al-Baqarah: 183).

Sabda Nabi Islam didirikan di atas lima sendi, yaitu: syahadat tiada sembahan yang haq selain Allah dan Muhammad adalah rasul Allah, mendirikan shalat, menunaikan zakat, puasa Ramadhan dan pergi haji ke Baitul Haram. “

Ibadah puasa merupakan salah satu sarana penting untuk mencapai takwa, dan salah satu sebab untuk mendapatkan ampunan dosa-dosa, pelipatgandaan kebaikan, dan pengangkatan derajat. Allah telah menjadikan ibadah puasa khusus untuk diri-Nya dari amal-amal ibadah lainnya. Firman Allah dalam hadits yang disampaikan oleh Nabi: “Puasa itu untuk-Ku dan Aku langsung membalasnya. Orang yang berpuasa mendapatkan dua kesenangan, yaitu kesenangan ketika berbuka puasa dan kesenangan ketika berjumpa dengan Tuhannya. Sungguh, bau mulut orang berpuasa lebih harum dari pada aroma kesturi.”

Dan sabda Nabi : “Barangsiapa berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharap pahala dari Allah, niscaya diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”

Maka untuk memperoleh ampunan dengan puasa Ramadhan, harus ada dua syarat berikut ini: Mengimani dengan benar akan kewajiban ini dan Mengharap ridho Allah Ta ‘ala.

Pada bulan Ramadhan diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi umat manusia dan berisi keterangan-keterangan tentang petunjuk dan pembeda antara yang haq dan yang bathil.

Pada bulan ini disunatkan shalat tarawih, yakni shalat malam pada bulan Ramadhan, untuk mengikuti jejak Nabi, para sahabat dan Khulafaur Rasyidin. Sabda Nabi: “Barangsiapa mendirikan shalat malam Ramadhan karena iman dan mengharap pahala (dari Allah) niscaya diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. “

Pada bulan ini terdapat Lailatul Qadar (malam mulia), yaitu malam yang lebih baik daripada seribu bulan, atau sama dengan 83 tahun 4 bulan. Malam di mana pintu-pintu langit dibukakan, do’a dikabulkan, dan segala takdir yang terjadi pada tahun itu ditentukan. Sabda Nabi :
“Barangsiapa mendirikan shalatpada Lailatul Qadar karena iman dan mengharap pahala, dari Allah niscaya diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. “

Malam ini terdapat pada sepuluh malam terakhir, dan diharapkan pada malam-malam ganjil lebih kuat daripada di malam-malam lainnya. Karena itu, seyogianya seorang muslim yang senantiasa mengharap rahmat Allah dan takut dari siksa-Nya, memanfaatkan kesempatan pada malam-malam itu dengan bersungguh-sungguh pada setiap malam dari kesepuluh malam tersebut dengan shalat, membaca Al-Qur’anul Karim, dzikir, do’a, istighfar dan taubat yang sebenar-benamya. Semoga Allah menerima amal ibadah kita, mengampuni, merahmati, dan mengabulkan do’a kita.

Pada bulan ini terjadi peristiwa besar yaitu Perang Badar, yang pada keesokan harinya Allah membedakan antara yang haq dan yang bathil, sehingga menanglah Islam dan kaum muslimin serta hancurlah syirik dan kaum musyrikin.

Pada bulan suci ini terjadi pembebasan kota Makkah Al-Mukarramah, dan Allah memenangkan Rasul-Nya, sehingga masuklah manusia ke dalam agama Allah dengan berbondong-bondong dan Rasulullah menghancurkan syirik dan paganisme (keberhalaan) yang terdapat di kota Makkah, dan Makkah pun menjadi negeri Islam.

Pada bulan ini pintu-pintu Surga dibuka, pintu-pintu Neraka ditutup dan para setan diikat.

Betapa banyak berkah dan kebaikan yang terdapat dalam bulan Ramadhan. Maka kita wajib memanfaatkan kesempatan ini untuk bertaubat kepada Allah dengan sebenar-benarnya dan beramal shalih, semoga kita termasuk orang-orang yang diterima amalnya dan beruntung.

Perlu diingat, bahwa ada sebagian orang –semoga Allah menunjukinya- mungkin berpuasa tetapi tidak shalat, atau hanya shalat pada bulan Ramadhan saja. Orang seperti ini tidak berguna baginya puasa, haji, maupun zakat. Karena shalat adalah sendi agama Islam yang ia tidak dapat tegak kecuali dengannya. Sabda Nabi : “Jibril datang kepadaku dan berkata, ‘Wahai Muhammad, siapa yang menjumpai bulan Ramadhan, namun setelah bulan itu habis dan ia tidak mendapat ampunan, maka jika mati ia masuk Neraka. Semoga Allah menjauhkannya. Katakan: Amin!. Aku pun mengatakan: Amin.”

Maka seyogianya waktu-waktu pada bulan Ramadhan dipergunakan untuk berbagai amal kebaikan, seperti shalat, sedekah, membaca Al-Qur’an, dzikir, do’a dan istighfar. Ramadhan adalah kesempatan untuk menanam bagi para hamba Ailah, untuk membersihkan hati mereka dari kerusakan.
Berikut amalan dzikir untuk penggemar ilmu hikmah…

===WIRID PAGI ===
Waktunya: Waktu Utama seusai shalat subuh sampai masuk waktu dzuhur. Bagi orang yang memiliki halangan dari dzuhur hingga masuk waktu maghrib.

Bacaannya:
Membaca Istighfar sebanyak 100 kali
Membaca shalawat Nabi 100 kali dengan lafadz apa saja, khususnya Shalawat Fatih.
Membaca Hailalah 100 kali

sholawat fatih:

sholawat-al-fatih-pembuka-kos

===WIRID SORE===
Waktu Utama atau Pilihan: Seusai shalat ashar hingga masuk waktu maghrib.
Waktu darurat mulai setelah shalat isya’ hingga terbit fajar, selepas itu ia menjadi hukum qadla’.
Diperbolehkan membaca wirid pagi di malam hari tanpa udzur atau halangan. Kira-kira disaat seseorang dapat membaca al-Qur’an sebanyak dua juz setengah dan manusia pada tidur, hal ini harus didahului dengan shalat isya’ terlebih dahulu.
Apabila telah masuk waktu shalat subuh, dan tersisa satu bacaan hailalah sekalipun, selesaikanlah bacaan tersebut dan ulangi bacaan wirid tersebut pada waktunya. Bacaan yang pertama tadi hukumnya menjadi sebuah nafilah atau sunnah.
Tidak diperbolehkan mengedepankan waktu membaca wirid sore ke siang hari, walaupun ada halangan, kecuali ia menjama’ taqdiem solat dzuhur dan ashar, bolehlah baginya membaca wirid ini setelah Shalat ashar yang di jama’ tadi. Boleh mengedepankan waktunya pada malam hari apabila ada hajat yang tidak dapat dielakkan dan menghabiskan waktu utama atau pilihan, akan tetapi harus mendahulukan awrad pagi. Dikhusukannya pada malam hari karena ibadah di malam hari lebih besar “powernya” dibandingkan siang hari.

Bacaannya:
Membaca istighfar sebanyak 30 kali
Membaca shalawat fatih sebanyak 50 kali.
Membaca Hailalah sebanyak 100 kali
Membaca shalawat Jawharatul Kamal sebanyak 12 kali

sholawat jauharatul kamal:

sholawat-jauratul - kamal - kos

Diantara syarat-syarat sempurnanya membaca shalawat Jauharatul Kamal, membentangkan kain bersih pada bacaan ketujuh, bertujuan agar yang sedang berdzikir berada pada posisi yang lapang dan benar-benar suci sehingga hati jernih.
Barangsiapa yang sedang berkhalwat menyendiri di suatu tempat dan tempatnya sempit, yang hanya cukup untuk satu orang, maka boleh membaca shalawat Jauharatul Kamal.
Hailalah setelah shalat ashar pada hari jum’at, kira-kira satu jam sebelum terbenamnya matahari. Boleh juga seseorang membaca hailalah ini dengan menggunakan hitungan, mulai dari 1000 hingga 1600 atau bisa juga tanpa menghitungnya.
Bacaan hailalah yang menyambung dengan terbenamnya matahari ini bertepatan dengan waktu mustajab do’a pada hari jum’at yang disebutkan oleh Nabi Muhammad Saw dalam hadist-hadistnya dan ditetapkan oleh sebagian sahabat Ra bahwa waktu doa mustajab ialah pada akhir waktu dari hari jum’at.



Mabes Laskar Khodam Sakti

Makamhaji RT 01/RW 03 Kartasura
(Selatan RS Yarsis solo)
Solo, Jawa tengah
PIN BBM D08153AC

SHOLAWAT BADAR

SHOLATULLAH SALAMULLAH ‘ALA THOHA ROSULILLAH

SHOLATULLAH SALAMULLAH ‘ALA YAASIIN HABIBILLAH

TAWASALNAA BIBISMILLAH WA BIL HADI ROSULILLAH

WA KULLI MAJAHID FILLAH  BI AHLIL BADRI YA ALLAH

ARTI:

Shalawat Allah dan salam-Nya semoga tercurah kepada Thaha Rasulullah

Shalawat Allah dan salam-Nya semoga tercurah kepada Yasin Habibillah

Kami bertawassul dengan nama Allah dan dengan pemberi petunjuk, Rasulullah

Dan dengan seluruh orang yang berjihad di jalan Allah, serta dengan ahli Badr, ya Allah.

Kutipan di atas adalah sholawat badar, lengkapnya sebagai berikut:

shalawat badar

Bagi Warga NU, termasuk Muslimat pasti tidak asing dengan berbagai bacaan shalawat nabi yang beraneka ragam. Mulai dari shalawat nariyah, shalawat burdah, shalawat munjiyat, shalawat   kamaliyah, shalawat kubro, shalawat badar, hingga shalawat badawiyah.

Salah satu sholawat adalah sholawat badar yang merupakan pernghormatan, pujian, pengakuan dan rasa syukur bagi para Syuhada perang Badar. Hal seperti ini dilakukan pula di zaman Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

Sholawat ini adalah hasil karya dari ulama kita yaitu Kiyai Ali Manshur, yang merupakan cucu Kiyai Haji Muhammad Shiddiq, Jember. Oleh itu, Kiyai `Ali Manshur adalah anak saudara/keponakanKiyai Haji Ahmad Qusyairi, ulama besar dan pengarang kitab “”Tanwir al-Hija” yang telah disyarahkan oleh ulama terkemuka Haramain, Habib `Alawi bin `Abbas bin `Abdul `Aziz al-Maliki al-Hasani, dengan jodol “Inarat ad-Duja”.

Diceritakan bahwa asal mula karya ini ditulis oleh Kiyai `Ali Manshur sekitar tahun 1960an, pada waktu umat Islam Indonesia menghadapi fitnah Partai Komunis Indonesia (PKI).

Ketika itu, Kiyai `Ali adalah Kepala Kantor Departemen Agama Banyuwangi dan juga seorang Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama di situ.

Keadaan politik yang mencekam saat itu dan kebejatan PKI yang merajalela membunuh massa, bahkan banyak kiyai yang menjadi mangsa mereka, maka terlintaslah di hati Kiyai `Ali, yang memang mahir membuat syair `Arab sejak nyantri di Pesantren Lirboyo Kediri, untuk menulis satu karangan sebagai sarana bermunajat memohon bantuan Allah SWT untuk meredam fitnah politik saat itu bagi kaum muslimin khususnya Indonesia.

Dalam keadaan tersebut, Kiyai `Ali tertidur dan dalam tidurnya beliau bermimpi didatangi manusia-manusia berjubah putih – hijau, dan pada malam yang sama juga, isteri beliau bermimpikan Kanjeng Nabi s.a.w. Setelah siang, Kiyai `Ali langsung pergi berjumpa dengan Habib Hadi al-Haddar Banyuwangi dan menceritakan kisah mimpinya tersebut. Habib Hadi menyatakan bahwa manusia-manusia berjubah tersebut adalah para ahli Badar. Mendengar penjelasan Habib yang mulia tersebut, Kiyai `Ali semakin bertekad untuk mengarang sebuah syair yang ada kaitan dengan para pejuang Badar tersebut.

Kyai `Ali menjalankan penanya untuk menulis karya yang kemudiannya dikenali sebagai “Sholawat al-Badriyyah” atau “Sholawat Badar”.maka terjadilah hal yang mengherankan keesokan harinya, orang-orang kampung mendatangi rumah beliau dengan membawa beras dan bahan makanan lain. Mereka menceritakan bahwa pada waktu pagi shubuh mereka telah didatangi orang berjubah putih menyuruh mereka pergi ke rumah Kiyai `Ali untuk membantunya kerana akan ada suatu acara diadakan di rumahnya. Itulah sebabnya mereka datang dengan membawa barang tersebut menurut kemampuan masing-masing. yang lebih mengherankan lagi adalah pada malam harinya, ada beberapa orang asing yang membuat persiapan acara tersebut namun kebanyakan orang-orang yang tidak dikenali siapa mereka.

Menjelang keesokan pagi harinya, serombongan habaib yang diketuai oleh Habib `Ali bin `Abdur Rahman al-Habsyi Kwitang tiba-tiba datang ke rumah Kiyai `Ali tanpa memberi tahu terlebih dahulu akan kedatangannya. Tidak tergambar kegembiraan Kiyai `Ali menerima para tamu istimewanya tersebut. Setelah memulai pembicaraan tentang kabar dan keadaan Muslimin, tiba-tiba Habib `Ali Kwitang bertanya mengenai syair yang ditulis oleh Kiyai `Ali tersebut. Tentu saja Kiyai `Ali terkejut karena hasil karyanya itu hanya diketahui dirinya sendiri dan belum disebarkan kepada seorangpun. Tapi beliau mengetahui, ini adalah salah satu kekeramatan Habib `Ali yang terkenal sebagai waliyullah itu.

Tanpa banyak bicara, Kiyai `Ali Manshur mengambil kertas karangan syair tersebut lalu membacanya di hadapan para hadirin dengan suaranya yang lantang dan merdu. Para hadirin dan habaib mendengarnya dengan khusyuk sambil menitiskan air mata karena terharu. Setelah selesai dibacakan Sholawat Badar oleh Kiyai `Ali, Habib `Ali menyerukan agar Sholawat Badar dijadikan sarana bermunajat dalam menghadapi fitnah PKI. Maka sejak saat itu masyhurlah karya Kiyai `Ali tersebut.

Selanjutnya, Habib `Ali Kwitang telah mengundan para ulama dan habaib ke Kwitang untuk satu pertemuan, salah seorang yang diundang diantaranya ialah Kiyai `Ali Manshur bersama pamannya Kiyai Ahmad Qusyairi. Dalam pertemuan tersebut, Kiyai `Ali diminta untuk mengumandangkan Sholawat al-Badriyyah gubahannya itu. Maka bertambah masyhur dan tersebar luaslah Sholawat Badar ini dalam masyarakat serta menjadi bacaan populer dalam majlis-majlis ta’lim dan pertemuan. Maka tak heran bila sampai sekarang Shalawat Badar selalu Populer. di Majelis Taklim Habib Ali bin Abdurrahman Alhabsyi sendiri di Kwitang tidak pernah tinggal pembacaan Shalawat Badar tersebut setiap minggunya.

Shalawat badar adalah diantara shalawat yang paling popular di kalangan warga NU. Shalawat yang berisi puji-pujian  kepada Rasulullah SAW dan para mujahidin, khususnya para pejuang Badar ini bisa dibilang selalu dibaca dalam majelis taklim, forum pengajian dan istigotsah yang dislenggarakan oleh warga nahdiyyin. Shalawat Badar banyak sekali hikmah dan faedahnya, diantaranya bisa menjadi sumber kekuatan untuk memohon pertolongan Allah, serta  washilah kepada Rasulullah SAW sebagai manusia paling dikasihi oleh Allah SWT.

Keistimewaan shalawat badar tak hanya pada syair teks dan maknanya yang sangat sakral, tetapi juga terdapat pada ikatan historis dengan warga NU. Tak heran shalawat badar seolah menjadi  “lagu wajib” bagi warga NU.
Bahkan, Ketua Umum PP Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa pada Raker Pengurus PP Muslimat NU di Jakarta (19/10/2012) mengumumkan bahwa shalawat badar wajib dibaca untuk mengiringi pembacaan ayat suci al-Quran di setiap kegiatan seremonial Muslimat. Saking sakralnya, Muslimat akan memasukkan shalawat badar dalam peraturan Organisasi Muslimat NU.



Mabes Laskar Khodam Sakti

Makamhaji RT 01/RW 03 Kartasura
(Selatan RS Yarsis solo)
Solo, Jawa tengah
PIN BBM D08153AC

SHOLAWAT TIBIL QULUB: DOA KESEMBUHAN SEGALA PENYAKIT

 

kwa tibil qulub
Alhamdullahi rabbl’alamin Allahuma shalliwasallim ‘ala sayyidina muhammadin Shalatan thibbil Qulubiwadawaiha wa ‘afiyatil abdani wasyifaiha wanuril abshari wadliyaiha wa ‘ala alihi washahbihi wasallim
Lailaha illahul halimul karim Subhanallahi rabbil ‘arsyil ‘adzim alhamdulillahi robbilalamin As-aluka mujibati rohmatik waaima maghfirotik
Segala puji bagi ALLAH Tuhan semesta alam ya Allah berilah rahmat dan salam-Mu untuk junjungan kami Nabi muhammad SAW dengan selawat yang bisa mengobati hati dan menyembuhkannya yang dapat memberikan afiat kepada badan dan kesembuhannya dan memberi cahaya mata dan kecemerlangannya Rahmat dan salam semoga juga disampaikan kepada keluarga dan sahabatnya Maha suci AlLAH yang menjadi penguasa Arsy yang Agung  segala puji bagi Allah Tuhan sekalian alam aku meminta rahmat dan ampunanmu.
DIBACA MINIMAL 7 X DAN TIUPKAN KE AIR PUTIH. MINUMKAN KE ORANG SAKIT APAPUN, INSYA ALLAH SEMBUH BIIDZNILLAH.




Mabes Laskar Khodam Sakti

Makamhaji RT 01/RW 03 Kartasura
(Selatan RS Yarsis solo)
Solo, Jawa tengah
PIN BBM D08153AC