MERUMUSKAN UPAYA PENCEGAHAN KESURUPAN MASSAL

Semakin sering saja saat ini terjadi kesurupan massal. Beberapa hari yang lalu, kesurupan massal menimpa siswa SMK Sepuluh Nopember Sidoarjo, Jawa Timur. Awalnya beberapa siswa saja yang tiba-tiba berteriak histeris tidak sadarkan diri. Para guru dan kebingungan untuk menyadarkan mereka. Saat siswa berkerumun menonton temannya, tiba-tiba mereka juga mengalami kesurupan. Para guru dibikin sibuk menenangkan korban kesurupan. Dari kata-kata yang keluar dari mulut para siswa, tampak bahwa ada “sesuatu” yang memasuki kesadaran di luar kesadaran sehari-hari mereka.

Aksi kesurupan massal mengakibatkan aktivitas belajar mengajar terganggu. Untungnya, setelah didatangkan kyai setempat maka para siswa yang kesurupan kemudian berangsur pulih kesadarannya. Atas saran pak kyai, sekolah dianjurkan untuk mengadakan Istighosah atau doa bersama agar sekolah memiliki “pagar gaib”. Namun, yang terjadi sungguh di luar dugaan.

Saat istighosah digelar di halaman sekolah, sejumlah siswa kembali mengalami kesurupan, Kamis (7/10) kemarin. Tak ayal sekolah yang terletak di Jalan Siwalan Candi Kecamatan Buduran, Sidoarjo itu kembali menggegerkan masyarakat. Pak kyai yang punya ide menggelar istighosah kembali dibikin kalang kabut meski pada akhirnya bisa teratasi dengan bantuan masyarakat sekitar sekolah.

Ini jelas tragis. Konon istighosah digelar agar suasana belajar mengajar kembali normal. Tidak ada lagi ketakutan dan kekhawatiran dari para siswa karena kesurupan sudah terjadi tiga hari berturut-turut. Tapi kenapa justeru yang terjadi sebaliknya?

Parahnya, para guru justeru menghalangi wartawan mengambil foto dan meliput kegiatan tersebut. Padahal, dengan diberitakannya berita kesurupan ini dan kemudian diketahui oleh masyarakat luas kemungkinan akan muncul solusi membangun dari semua pihak yang perduli pada dunia pendidikan. Sekolah tampaknya khawatir, pemberitaan itu akan mengakibatkan citra sekolah di mata masyarakat akan turun.

Kepala SMK Sepuluh Nopember, Imam Zawahir menilai kesurupan terjadi karena para siswa tengang saat mengikuti pelajaran di sekolah. Akibatnya, sejumlah siswa mudah mengalami kesurupan. Padahal, setiap hari saat dimulai pelajaran dan pulang sekolah diwajibkan membaca salawat nariyah. “Musala juga aktif digunakan belajar mengaji,” ujarnya.

Kesurupan semacam ini sudah bukan hal yang asing terjadi di negeri kita. Tidak terhitung sudah berapa puluh, mungkin ratusan atau ribuan orang mengalami fenomena kesurupan ini. Tidak hanya di lingkungan lembaga pendidikan, namun juga di lingkungan para pekerja-pekerja pabrik dan kantoran.

KENAPA FENOMENA KESURUPAN TERJADI? BAGAIMANA CARA MENGOBATI BILA ADA ORANG KESURUPAN? BAGAIMANA MELAKUKAN PENCEGAHAN YANG PRAKTIS DAN EFISIEN?

Monggo kita ngobrol ringan sekaligus kita diskusikan. Siapa tahu nanti tersusun rumusan solusi sekaligus panduan praktis. Ini semata-mata agar keluarga besar LASKAR KHODAM SAKTI sebagai elemen masyarakat yang perduli pendidikan memiliki kontribusi yang nyata untuk memecahkan problem-problem sosial kemasyarakatan. Kalau perlu, akan kita susun lengkap panduan mengatasi kesurupan di sekolah-sekolah dan kita kirimkan ke PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA. Namun sebelumnya, draft konsepnya kita uji publikkan di LASKAR kita ini sebagaimana biasanya agar muncul debat yang konstruktif. Matur nuwun. Salam paseduluran.



Mabes Laskar Khodam Sakti

Jl. Elang Raya , Gonilan, Kartasura

Solo, Jawa tengah
WA 082137980096

koin banyak hoki1000

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.