Mitos Arca di Candi Cangkung Garut

Candi Cangkung ada di Kampung Pulo, Cangkuang, Garut. Candi tersebut asal usulnya masih menjadi tanda tanya, namun diduga didirikan pada abad ke-8. Sebelum ditemukan adanya reruntuhan Candi Cangkuang pada tahun 1966, lebih dahulu ditemukan sebuah arca Dewa Siwa di Cangkuang.

Arca tersebut menggambarkan Dewa Siwa sedang mengendarai nandi (semacam sapi). Setelah candi dipugar sekitar tahun 1974-1976, arca Dewa Siwa itu pun diletakkan di dalam candi hingga sekarang. Nah, jika diperhatikan, di sekitar arca rupanya ada banyak uang koin yang bertebaran.

“Banyak yang lempar koin. Kalau kena bagian pangkuan, keinginan bisa terangkat (terkabul-red),” ujar Jiji Suparji yang ikut menjadi pemandu saat detikTravel berkunjung ke Candi Cangkuang beberapa waktu lalu.

Bagian pangkuan yang dimaksud adalah salah satu kaki arca Siwa yang dilipat untuk duduk di atas nandi. Pengunjung memang tak bisa masuk dan memegang langsung arca ini karena terhalang pintu besi. Jadi banyak yang melempar koin ke arah pangkuan arca Siwa agar permintaan bisa terkabul.

Entah sejak kapan mitos ini beredar di masyarakat. Terlepas dari permintaan benar-benar terkabul atau tidak, percaya tidak percaya, tak sedikit orang telah yang melempar koin ke sana.

Koin yang dilempar pun banyak berserakan di antara bagian depan arca dan pintu besi. Tak hanya koin, ada juga wisatawan yang melempar uang kertas Rp 1.000. Apakah Anda juga ingin mencoba?




Mabes Laskar Khodam Sakti

Jl. Elang Raya , Gonilan, Kartasura

Solo, Jawa tengah
WA 082137980096

Uncategorized

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.